halloo

Hyyyy.... welcome to my blog <3

Kamis, 03 Desember 2009


Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.
Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya. Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana.
Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.

Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.

Sidney Sheldon


Sidney Sheldon (11 Februari 191730 Januari 2007)adalah seorang pengarang Amerika yang memperoleh sejumlah penghargaan dalam tiga bidang kariernya -- sebagai penulis drama Broadway, pengarang skenario TV dan film Hollywood, dan novelis yang laris. Sebagian dari karya-karya TVnya yang paling terkenal termasuk I Dream of Jeannie (1965-1970) dan The Patty Duke Show (1963-1966), tetapi baru ketika ia berusia 50 tahun dan mulai menulis novel-novelnya yang laris seperti Master of the Game (1982), The Other Side of Midnight (1973) dan Rage of Angels (1980) ia menjadi terkenal sekali.

Sheldon dilahirkan dengan nama Sidney Schechtel di Chicago, Illinois dari ayah seorang Yahudi-Jerman dan ibu seorang Yahudi-Rusia. Pada usia 10 tahun, ia berhasil untuk pertama kali berjualan. Ia memperoleh AS$10 untuk sebuah puisi. Pada masa Depresi, ia melakukan berbagai pekerjaan, belajar di Universitas Northwestern dan menyumbangkan drama-drama pendek ke berbagai kelompok drama.

Pada 1937 ia pindah ke Hollywood, California dan di sana ia memeriksa naskah-naskah dan bekerja sama untuk sejumlah film yag tidak begitu bagus (film kelas B). Setelah berdinas di militer pada Perang Dunia II sebagai seorang penerbang dalam Dinas Latihan Perang, sebuah cabang dari Korps Tentara Utara, Sheldon kembali ke kehidupan sipil dan pindah ke New York City. Di sana ia mulai menulis drama-drama musik untuk panggung Broadway sementara terus menulis skenario untuk Studio MGM dan Paramount Pictures. Ia memperoleh reputasi sebagai penulis yang produktif, misalnya suatu kali ia menulis tiga karya musik di Broadway: tulisan ulang untuk "The Merry Widow," "Jackpot" dan "Dream with Music." Suksesnya di Broadway membawanya kembali ke Hollywood dan mendapatkan tugas pertama menulis The Bachelor and the Bobbysoxer yang membuatnya memperoleh Academy Award untuk skenario asli terbaik pada 1947.

Ketika televisi menjadi medium yang laris, ia memutuskan untuk mencobanya. "Rasanya saya sedang perlu uang," kenangnya. "Saya berjumpa dengan Patty Duke suatu hari waktu makan siang. Karena itu saya memproduksi The Patty Duke Show, dan saya melakukan sesuatu yang tak perlah dilakukan orang lain di TV. Selama tujuh tahun, saya menulis setiap episode dari serinya."[1] Ia juga menulis untuk seri TV Hart to Hart dan Nancy. Yang paling terkenal adalah karyanya, seri I Dream of Jeannie, yang juga diciptakan dan diproduksinya, yang berlangsung hingga lima musim dari 1965-1970. "Pada tahun terakhir dari I Dream of Jeannie, itulah saya memutuskan untuk mencoba menulis novel," katanya pada 1982. "Setiap pagi dari pk. 9 hingga tengah hari, saya mempunyai seorang sekretaris di studio yang menerima semua panggilan telepon. Maksudnya, setiap panggilan telepon. Saya menulis setiap pagi — atau lebih tepatnya, mendiktekan — dan kemudian saya menghadapi bisnis TV."[1]

Pada 1969, Sheldon menuulis novelnya yang pertama, The Naked Face yang membuat ia memperoleh Penghargaan Edgar Allan Poe untuk Novel Pertama Terbaik dari Mystery Writers of America. Novelnya yang berikut, The Other Side of Midnight, menduduki tempat pertama dalam daftar novel terlaris New York Times seperti juga beberapa novelnya berikutnya. Beberapa di antaranya dibuat menjadi film bioskop atau miniseri TV.

Novel-novelnya seringkali menampilkan perempuan-perempuan yang bertekad keras, yang gigih dalam menghadapi dunia yang keras yang dikelola oleh para lelaki yang kejam.[1] Novel-novelnya memuat banyak ketegangan dan trik untuk membuat pembaca terus terpaku pada bukunya: Templat:Blockquote

Kebanyakan pembacanya adalah perempuan. Ketika ditanya mengapa demikian, ia berkata: "Saya suka menulis tentang perempuan yang berbakat dan cakap, tetapi yang terpenting, tetap mempertahankan keperempupanan mereka. Perempuan memiliki kekuatan yang luar biasa - keperempuanan mereka, karena lelaki tidak dapat tahan menghadapinya."[1] Buku adalah mediuam favorit Sheldon. "Saya suka menulis buku," komentarnya. "Film adalah sebuah medium kerja sama, dan setiap orang menebak-nebak kita. Bila kita menulis novel, kita bekerja sendirian. Ini adalah kemerdekaan yang tidak ada dalam medium lainnya manapun."

Sheldon menikah selama 30 tahun dengan Jorja Curtright Sheldon, seorang aktris film dan panggung, yang meninggal dunia pada 1985 dan ia menikah kembali dengan Alexandra Kostoff, seorang mantan aktris cilik dan eksekutif iklan, pada 1989.

Sheldon meninggal karena komplikasi yang muncul akibat pneumonia (radang paru-paru) pada 30 Januari 2007.

Sheldon dilahirkan dengan nama Sidney Schechtel di Chicago, Illinois dari ayah seorang Yahudi-Jerman dan ibu seorang Yahudi-Rusia. Pada usia 10 tahun, ia berhasil untuk pertama kali berjualan. Ia memperoleh AS$10 untuk sebuah puisi. Pada masa Depresi, ia melakukan berbagai pekerjaan, belajar di Universitas Northwestern dan menyumbangkan drama-drama pendek ke berbagai kelompok drama.

Pada 1937 ia pindah ke Hollywood, California dan di sana ia memeriksa naskah-naskah dan bekerja sama untuk sejumlah film yag tidak begitu bagus (film kelas B). Setelah berdinas di militer pada Perang Dunia II sebagai seorang penerbang dalam Dinas Latihan Perang, sebuah cabang dari Korps Tentara Utara, Sheldon kembali ke kehidupan sipil dan pindah ke New York City. Di sana ia mulai menulis drama-drama musik untuk panggung Broadway sementara terus menulis skenario untuk Studio MGM dan Paramount Pictures. Ia memperoleh reputasi sebagai penulis yang produktif, misalnya suatu kali ia menulis tiga karya musik di Broadway: tulisan ulang untuk "The Merry Widow," "Jackpot" dan "Dream with Music." Suksesnya di Broadway membawanya kembali ke Hollywood dan mendapatkan tugas pertama menulis The Bachelor and the Bobbysoxer yang membuatnya memperoleh Academy Award untuk skenario asli terbaik pada 1947.

Ketika televisi menjadi medium yang laris, ia memutuskan untuk mencobanya. "Rasanya saya sedang perlu uang," kenangnya. "Saya berjumpa dengan Patty Duke suatu hari waktu makan siang. Karena itu saya memproduksi The Patty Duke Show, dan saya melakukan sesuatu yang tak perlah dilakukan orang lain di TV. Selama tujuh tahun, saya menulis setiap episode dari serinya."[1] Ia juga menulis untuk seri TV Hart to Hart dan Nancy. Yang paling terkenal adalah karyanya, seri I Dream of Jeannie, yang juga diciptakan dan diproduksinya, yang berlangsung hingga lima musim dari 1965-1970. "Pada tahun terakhir dari I Dream of Jeannie, itulah saya memutuskan untuk mencoba menulis novel," katanya pada 1982. "Setiap pagi dari pk. 9 hingga tengah hari, saya mempunyai seorang sekretaris di studio yang menerima semua panggilan telepon. Maksudnya, setiap panggilan telepon. Saya menulis setiap pagi — atau lebih tepatnya, mendiktekan — dan kemudian saya menghadapi bisnis TV."

Pada 1969, Sheldon menuulis novelnya yang pertama, The Naked Face yang membuat ia memperoleh Penghargaan Edgar Allan Poe untuk Novel Pertama Terbaik dari Mystery Writers of America. Novelnya yang berikut, The Other Side of Midnight, menduduki tempat pertama dalam daftar novel terlaris New York Times seperti juga beberapa novelnya berikutnya. Beberapa di antaranya dibuat menjadi film bioskop atau miniseri TV.

Novel-novelnya seringkali menampilkan perempuan-perempuan yang bertekad keras, yang gigih dalam menghadapi dunia yang keras yang dikelola oleh para lelaki yang kejam.[1] Novel-novelnya memuat banyak ketegangan dan trik untuk membuat pembaca terus terpaku pada bukunya: Templat:Blockquote

Kebanyakan pembacanya adalah perempuan. Ketika ditanya mengapa demikian, ia berkata: "Saya suka menulis tentang perempuan yang berbakat dan cakap, tetapi yang terpenting, tetap mempertahankan keperempupanan mereka. Perempuan memiliki kekuatan yang luar biasa - keperempuanan mereka, karena lelaki tidak dapat tahan menghadapinya."[1] Buku adalah mediuam favorit Sheldon. "Saya suka menulis buku," komentarnya. "Film adalah sebuah medium kerja sama, dan setiap orang menebak-nebak kita. Bila kita menulis novel, kita bekerja sendirian. Ini adalah kemerdekaan yang tidak ada dalam medium lainnya manapun."

Sheldon menikah selama 30 tahun dengan Jorja Curtright Sheldon, seorang aktris film dan panggung, yang meninggal dunia pada 1985 dan ia menikah kembali dengan Alexandra Kostoff, seorang mantan aktris cilik dan eksekutif iklan, pada 1989.

Sheldon meninggal karena komplikasi yang muncul akibat pneumonia (radang paru-paru) pada 30 Januari 2007.


Senin, 23 November 2009

"The Way You Look at me" (Christian Bautusta)








No one ever saw me like you do
All the things that I could add up to
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything without a single word

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's
nothing in this world I can't be
I'd never know what you see
But there's something in the way you look at me

If I could freeze the moment in my mind
Be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stand still
'Cause baby this is just the way I always wanna feel

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's
nothing in this world I can't be
I'd never know what you see
But there's something in the way you look at me

I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is that it happens every time

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's
nothing in this world I can't be
I'd never know what you see
But there's something in the way you look at me

The way you look at me

Sabar Menghadapi Cobaan

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.

Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.

Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk?

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?

Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.

Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?

Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?

Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?

Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.

Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?

"When When You Tell Me That You Love Me" (westlife feat. Diana Ross)

i wanna call the stars
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do

I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what's beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

I wanna make you see
Just what I was
Show you the loneliness
And what it does
You walked into my life
To stop my tears
Everything's easy now
I have you here

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

In a world without you
I would always hunger
All I need is your love to make me stronger

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

You love me
When you tell me that you love me